Menu
Source: https://lestari.kompas.com

"Walk for Autism", Melantangkan Kepedulian pada Penyandang Autisme

KOMPAS.com - Autisme adalah gangguan perkembangan otak yang menyebabkan hambatan dalam kemampuan berkomunikasi, interaksi sosial, dan perilaku. Mereka yang memiliki autisme, di Indonesia khususnya, disebut penyandang autisme, salah satu dari Orang atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Autisme bisa terjadi sejak anak berusia sekitar tiga tahun. Jumlah penyandang autisme di dunia yang kian banyak sejalan dengan pertumbuhan penduduk, menjadi perhatian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Data Central for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan, prevalensi kejadian autisme meningkat.

Awalnya, pada 2000, penyandang autisme adalah 1 dari 150 populasi. Lantas, 14 tahun kemudian, jumlah penyandang autisme adalah 1 dari 59 populasi. Sebagai langkah nyata, PBB sejak 1989 sudah menetapkan 2 April sebagai Hari Autisme Sedunia. Tidak berhenti sampai di situ, PBB memasukkan pendidikan berkualitas, juga untuk penyandang autisme, sebagai satu dari 17 tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sejak 2015. Pendidikan berkualitas adalah tujuan nomor 4 dari 17 tujuan SDGs tersebut.

Walk for Autism

Sementara itu, pada diskusi di Jakarta, Jumat (12/5/2023), Wakil Ketua Perempuan Tangguh Indonesia Hemasari Dharmabumi mengungkapkan pentingnya pendidikan inklusif bagi penyandang autisme. Anak penyandang autisme, pada pendidikan inklusif akan bersekolah bersama dengan anak-anak yang bukan penyandang autisme di sekolah umum.

Selain pendidikan inklusif, diskusi itu juga memberikan catatan pentingnya orangtua anak penyandang autisme dan para pemangku kepentingan berperan untuk menemukan semangat berwirausaha bagi penyandang autisme sesuai dengan talenta masing-masing anak. "Jika semakin banyak khalayak umum mengetahui dan memahami seluk beluk autisme, kian tinggi pula penyandang autisme beroleh kesempatan untuk mendapatkan hak, kewajiban, serta pengembangan diri," tutur Hemasari.

"Jika semakin banyak khalayak umum mengetahui dan memahami seluk beluk autisme, kian tinggi pula penyandang autisme beroleh kesempatan untuk mendapatkan hak, kewajiban, serta pengembangan diri," tutur Hemasari.

Salah satu upaya untuk menanamkan pemahaman betapa pentingnya pendidikan inklusif bagi penyandang autisme, akan digelar kegiatan "Walk for Autism". Kegiatan ini mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk lebih melantangkan suara kepedulian bagi penyandang autisme, khususnya di Indonesia. Director of LSCAA & LSBA Chrisdina Wempi mengatakan, kegiatan ini akan berlangsung pada Minggu (14/5/2023) pagi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. "Terbuka untuk umum," kata Chrisdina.

Share this article

READ MY OTHER JOURNALS

“Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work is to love what you do. I you haven’t found it yet, keep looking. Don’t settle. As with all matters of the heart, you’ll know when you find it.”
JULIANA CEN
LET’S KEEP IN TOUCH!
Sign Up for our newsletter
Subscription Form
Copyright © 2024 JULIANA CEN